Kamis, 30 Mei 2013

Roh Izebel

Roh Izebel di gadang-gadang sebagai penyebab berdirinya "organisasi ISTII" (Ikatan Suami Takut Istri International). Roh Izebel menyebabkan para istri menjadi garang, pemarah, tidak menghormati suami, mengendalikan suami, dominan dalam rumah tangga, dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut membuat peran seorang suami menjadi menciut, bahkan hilang sama sekali. Sehingga banyak sekali timbul perceraian, perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, rusaknya figur ayah dan ibu, dan sederet konflik rumah tangga lainnya. Kerusakan-kerusakan tersebut mendorong banyak hamba Tuhan menggambarkan bahwa Izebel adalah wanita yang garang, judes, pemarah, ditakuti raja ahab dan seluruh bangsa Israel. Dengan penjelasan yang demikian, maka timbul gambaran di benak kita bahwa Izebel adalah wanita yang sangat menyebalkan dan tidak menyenangkan sama sekali. Namun jika dicermati lebih dalam, Izebel bukan satu-satunya wanita yang membuat para raja Israel jatuh ke dalam dosa penyembahan berhala. Hanya saja Izebel diceritakan lebih dari 5 pasal di Alkitab (mulai 1Raja-Raja 16:29 sampai 2Raja-Raja 9:31). Nama Izebel secara jelas muncul berulang kali dan diceritakan aktif dalam pemerintahan bersama dengan raja Ahab. Mungkin muncul pertanyaan, apakah roh Izebel itu? Dan dari mana muncul istilah "roh Izebel".

Kata "Izebel" di ambil dari nama seorang ratu Israel dengan seorang raja yang bernama Ahab. Izebel adalah putri dari seorang raja negeri Sidon yang bernama Etbaal. Negeri Sidon adalah negeri dengan penyembahan berhala yang allahnya disebut Baal. Ahab pergi mengikuti kebiasaan lama istrinya. Atau hanya meneruskan kebiasaan nenek moyangnya yang suka menyembah berhala dan Izebel mengikuti Ahab, suaminya. Padahal, Ahab tahu bahwa Israel punya Allah yang hebat, yaitu Allah Yahweh. Tetapi malah sengaja menyembah allah lain dan menimbulkan sakit hati Tuhan. Sementara Izebel tidak mengenal Allah Israel. Dia hanya mengenal Baal. Jadi, ketika Ahab menyembah Baal, maka Izebel mengikutinya. Izebel merasa seperti di rumahnya dahulu. Jika Ahab mengajaknya beribadah kepada Tuhan Allah Israel, mungkin Izebel akan mengikutinya. Tetapi Ahab tidak melakukannya. Perlu diingat; perempuan pada jaman itu berada di bawah laki-laki. Perempuan adalah properti laki-laki. Jadi perempuan akan menuruti apa yang diperintahkan laki-laki. Tanpa perlawanan. Demikian halnya dengan Izebel pada waktu itu. Jadi, karena nama Izebel disebutkan terus-menerus, dan aktif memerintah bersama-sama Ahab - bahkan beberapa keputusan Ahab dipengaruhi oleh Izebel. Maka istilah roh Izebel ini muncul.

Seperti Tuhan menciptakan Hawa sebagai penolong bagi Adam, demikian pulalah Izebel bagi Ahab. Sebagai seorang perempuan, Izebel memiliki hati nurani sebagai penolong. Jadi apa yang hendak dilakukan Ahab, mendapat dukungan penuh Izebel. Sehingga penyembahan kepada Baal menjadi agama nasional dengan 400 orang nabi Baal di seluruh Israel. Suatu perpaduan yang sangat sempurna untuk berbuat dosa sehingga menjadi dosa nasional. Ahab yang tidak takut akan Tuhan Allah Israel dengan Izebel yang tidak mengenal Allah Israel. Perpaduan ini juga disempurnakan dengan peristiwa kebun anggur Nabot (I Raja-Raja 21). Ketika Ahab menginginkan kebun anggur Nabot, hal ini di dukung penuh oleh Izebel. Padahal keinginan ini bertentangan dengan hukum Taurat dan Nabot pun menolaknya. Tapi dengan akal pintar licik Izebel, kebun anggur Nabot pun berhasil dimilikinya. Izebel memiliki pengaruh yang luar biasa besar di seluruh Israel karena perpaduan Ahab dan Izebel menghasilkan team work yang sangat hebat. Sehingga suara Izebel seperti suara Ahab, sang raja israel. Hal ini juga terbukti dengan berhasilnya Izebel mengintimidasi nabi Elia sehingga Elia melarikan diri ke padang gurun dan ingin mati. Izebel tidak dapat berfungsi apa-apa tanpa Ahab. Dan Ahab tidak bisa menjadi raja yang hebat tanpa Izebel. Hanya sayangnya adalah kehebatan dalam hal berbuat dosa.

Jika dicermati lebih lanjut pada pasal-pasal berikut, apa yang dituduhkan para pengkhotbah kepada Izebel tidaklah benar. 90% fitnah. Izebel adalah wanita yang cerdas, cerdik, dan licik. Dia berperawakan bagus dan cantik. Izebel adalah wanita yang sangat menarik dan memikat hati. Hal ini bisa dibuktikan di dalam 2Raja-Raja 9:30-31. Di situ diceritakan bahwa Izebel justru mempercantik diri dan menyambut Yehu yang sudah membunuh suaminya. Dia berusaha memikat Yehu dan mengintimidasinya. Dengan harapan, Yehu menjadi takut bahwa dia sudah ketahuan membunuh suaminya dan menjadi terpikat dengan kecantikannya, sehingga tidak jadi membunuh Izebel. Izebel sedang mengintimidasi dan merayu Yehu. Jika Izebel benar-benar menyebalkan, maka Izebel tidak akan melongok dari jendela dan menyapa Yehu, tetapi akan memanggil penjaga istana untuk membunuh Yehu. Sepanjang 1Raja-Raja 16:29 sampai 2Raja-Raja 9:31, Izebel digambarkan sebagai wanita yang cerdas, cerdik, licik, cantik, seperti yang sudah digambarkan di atas. Jadi tidak benar bahwa Izebel adalah wanita yang galak, jelek, tukang marah, sok pintar, suka menggurui, dan berkarakter buruk.

Izebel adalah sosok wanita yang excelent. Dia tahu bagaimana menempatkan diri dan memberi pengaruh kepada Ahab. Sehingga apapun yang diperbuat Ahab selalu berhasil. Hanya saja pengaruh yang diberikan adalah pengaruh negatif. Hal ini tidak sepenuhnya kesalahan Izebel, karena Ahab tidak mengajarnya takut akan Tuhan Allah Israel. Sebagai laki-laki, Ahab gagal menjadi seorang imam di dalam rumah tangganya.

Jadi, dengan ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa Izebel memiilki karakter berikut;
1. tidak takut akan Tuhan
2. menggunakan kepintarannya yang licik untuk kepentingan pribadi atau kelompok
3. menggunakan kecantikannya untuk menaklukkan orang lain guna melaksanakan kehendaknya (manipulasi dan intimidasi seksual)
4. menggunakan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan
5. menjadi penolong yang hebat untuk perkara yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan
Dengan demikian, perempuan yang dikuasai roh Izebel pasti memiliki lima karakte di atas (bahkan lebih).

Roh Izebel tidak sama dengan roh pemberontakan. Roh Izebel memberikan pengaruh negatif kepada pasangannya untuk melakukan kehendaknya sendiri. Dan biasanya bertentangan dengan firman Tuhan. Halus, lembut, tidak kentara tetapi sangat berpengaruh. Namun, jika suami takut akan Tuhan dan peka, maka roh Izebel tidak mendapat tempat. Sedangkan roh pemberontakan membawa orang yang dikuasainya memberontak secara nyata. Jika suami menetapkan suatu kebijaksanaan, maka istri tidak akan menurutinya. Namun biasanya roh Izebel dan roh pemberontakan berjalan bersama-sama. Jika roh Izebel tidak mendapat tempat, maka roh pemberontakan yang beroperasi.

Izebel adalah wanita exelent versi Iblis. Izebel excelent dalam melakukan apa yang menimbulkan sakit hati Tuhan. Jika berpasangan dengan pasangan yang tidak takut Tuhan, maka Izebel sangat leluasa menyebarkan pengaruh negatifnya. Dan hasilnya adalah kerusakan yang massive. Namun jangan kuatir,  Tuhan juga punya wanita excelent. Wanita itu tertuang dalam kitab Amsal 31:10-31. Di dalam kitab ini dituliskan kriteria wanita exelentnya Tuhan;
1. bisa dipercaya (ay 11)
2. menjadi penolong yang setia, membuat kehidupan suaminya meningkat secara positif (ay12, 23)
3. senang dan rajin bekerja keras (ay13, 19, 27)
4  penuh persiapan dan perencanaan (ay 14-15, 21-22, 27)
5. bisa melihat peluang (ay16-18, 24)
6. pantang menyerah (ay18)
7. murah hati dan rendah hati (ay 20)
8. penuh hikmat (ay 26)
9. cinta Tuhan sepenuh hati (ay 29)
10. perbuatannya yang baik menjadi kekuatan dan kemuliaannya (ay  25, 31)
Sepuluh kriteria di atas harus dimiliki oleh semua perempuan milik Tuhan. Kesepuluh kriteria itu yang membedakan wanita-wanitanya Tuhan dengan yang bukan milik Tuhan. Di ayat 30 dikatakan kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji. Artinya adalah; karakter berbicara lebih lantang dibandingkan dengan kemolekan fisik. Sebab, karakter yang cantik akan semakin mempercantik kemolekan fisik. Tetapi, kemolekan fisik tidak akan dipandang indah jika memiliki karakter buruk.

Ada hal yang mendasar yang sama dan berbeda dari Amsal 31 dengan Izebel. Hal yang sama adalah; mereka berdua sama-sama memberikan pengaruh kepada suami-suami. Setiap pria yang beristrikan salah satu dari mereka akan mengalami percepatan dalam kehidupan. Hanya berbeda arah. Jika memperistri wanita amsal 31, maka percepatannya menuju kepada kemuliaan Tuhan. Jika memperistri Izebel, maka percepatan kehidupannya menuju kepada kebinasaan.

Lalu siapakah wanita-wanita macam amsal 31? Banyak. Alkitab mencatat nama Ester (seorang wanita Yahudi, permaisuri raja Xerxes negeri persia), Ruth (anak menantu Naomi yang berasal dari negeri Moab, yang ditebus dan diperistri Boas), gadis Sunem (salah satu istri Salomo yang paling dicintai Salomo sehingga muncul kitab Kidung Agung, kitab percintaan raja Salomo dengan gadis Sunem), Sara (istri Abraham), Ribka (istri Ishak), Lea (salah satu istri Yakub), dan masih banyak lagi. Para wanita tersebut telah membuat sejarah melalui kehidupan rumah tangga mereka. Mendukung para suami mereka untuk tetap hidup dalam jalan Tuhan. Walaupun ada beberapa yang melakukan kesalahan seperti Sara. Namun tetap para perempuan ini telah membuat sejarah bersama dengan Tuhan dan suami mereka.

Pembahasan di atas adalah pembahasan mengenai roh Izebel. Dan roh Izebel ini sering kali diidentikan dengan kaum Hawa. Jadi, apakah roh ini tidak menjangkiti kaum Adam? Jika kaum pria memiliki karakter Izebel yang tertulis di atas, maka pria tersebut terjangkiti roh Izebel. Hanya, roh Izebel yang mengendalikan kaum pria beroperasi dengan cara yang sedikit berbeda. Roh ini menggunakan sisi kemaskulinan pria. Namun cara kerjanya tetap sama, yaitu memanupulasi, mengintimidasi, dan menguasai. Jika pria yang dikuasai roh Izebel, maka pria ini akan menjadi penghasut yang luar biasa, dan bisa menjadi provokator yang sangat licik. Tingkat kerusakan yang ditimbulkan juga sama parahnya. Jadi para pria juga harus mengintropeksi diri apakah dirinya memiliki sifat manipulasi, intimidasi, dan menguasai. Jika ya, minta ampun kepada Tuhan dan bertobat.

Jadi bisa disimpulkan bahwa siapapun bisa dikuasai oleh roh Izebel. Baik pria maupun wanita. Sifat roh ini adalah memanipulasi, menguasai, dan mengintimidasi. Roh Izebel biasanya beroperasi bersama dengan roh pemberontakan. Sehingga, jika roh Izebel gagal melancarkan aksinya, maka roh pemberontakan yang beraksi. Baiklah kita masing-masing memeriksa diri dan tidak perlu mencurigai orang lain. Terutama pasangan. Jika masing-masing bisa memeriksa diri dan bertobat, maka perdamaian dalam diri pribadi dan rumah tangga akan segera tercapai. Dan hubungan dengan Tuhan Yesus pun bisa lebih intim lagi.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.